Skip to main content

#156 - Dia yang aku ingat - tak bermusim rindunya pada Palestine


Bismillah.Ya Hazimal Ahzab , ihzimhum wansurna 'alaihim.

Aku bukan seorang yang 'ramah' dalam meng'share'. Tak bermakna aku tidak cakna. Tidak sama sekali. Aku tahu dan faham sekali saat Prof Muhaya berkata ; at least they got something from what we shared. Cuma aku yang tidak mahu. Aku yang pilih diam. Salahkan aku. Segalanya benar apa yang dikata Prof. Dan aku terus baca dan baca.

Aku baca lagi. Tersentak. Penuh newsfeed dengan kecaman-kecaman terhadap sang durjana Zionis. Penuh kata-kata simpati pada pemilik asal al-Aqsa. Aku baca lagi dan lagi. Sepanjang tahun duaribuempatbelas ini, aku ambil keputusan untuk diam di laman mukabuku. Amat jarang bagi aku untuk berkata-kata sesuatu di laman itu. Ya, bilamana aku meng'post' sesuatu di laman itu, itu ajaib buat aku. Ya, pelik kata sahabat-sahabatku. Cumanya aku tahu, aku lebih kepada laman Twitter.

cr : tumblr
Cumanya tanggal 10 Julai itu aku mula 'naik darah'. Hot-blooded youngster kata orang sekarang. Aku ambil keputusan untuk memberitahu (juga) para dunia. Bukan lagi diam. Ya! Kerana aku teringat pada dia. Dia budak Khalid , bijak dan cantik. Akhlaknya juga. Ada cerita tentang dia.

Dulu, waktu zaman sekolah dahulu, sering juga aku dengar rungutan pabila doa dan wirid selepas solat seolah-olah setahun lamanya buat mereka. Tapi, bagi seseorang, itu adalah ubatnya. Aku tersentuh tatkala mendengar dia teresak tika imam-ah berdoa. Penuh khusyuk dan tawadhu'. Di balik tiang setiap awal pagi, aku pilih untuk dekat dengan dia, untujk melihat khusyuknya dia. Aku ingin ikut dia, bisik hatiku. Satu doa yang aku 'tiru' hingga kini ; doa kesejahteraan umat Islam di seluruh dunia. Ya, doa itu - qunut nazilah.



cr : tumblr
Dia berdoa bersama-sama hatinya. Tidak ada tanda berpura-pura. Tidak bermusim ingatannya pada negara-negara Islam itu. Tidak bermusim tangisannya untuk kanak-kanak dan wanita di sana. Tatkala tersebut nama Palestine dan Syria itu, semakin kuat pula esakan dia. Di sudut musolla seawal lima pagi itu, di sebalik tiang itu. Aku takkan lupa, bisik hati. Ternyata, memang aku tidak lupa. Dia yang aku ingat tatkala newsfeed aku penuh dengan figura kanak-kanak kecil meratap kehilangan ibu mereka - dan sebaliknya. Dia yang aku ingat. Aku yakin, doa dia itu tak pernah putus dan aku yakin semakin kuat dia teresak mengadu pada yang Esa.



cr : tumblr


Sekarang, aku pilih untuk tidak diam. Buat masa ini. Moga Ramadhan yang menginjak ke hujung ini semakin penuh berisi. Moga kisah Palestin kali ini tidak lagi bermusim, pesan hati pada diri.

Comments

Popular posts from this blog

197 - it's been a while

for being imperfect, that is human.

you wish for a perfect day without any flaws, angers, and sorrow but it turns out vice versa.

it’s normal, my dear.

for being imperfect, indeed is for human.

how well you planned your day, 

but because you are a imperfect human who planned,

Allah the perfect one, knows how it will be going; well or bad.

how well you planned your week,

but because you are human full of flaws,

Allah planned it better for you; in many ways.

how well you planned your life,

but because you are a human,

ask, pray, and beg Him to give you the best,

as He knows what’s the best for you.

190 - Wordless Wednesday #4 - a traveler

201 - a sharing to heal your pain

Our iman is not constant. Sometime we feel more close with Allah SWT and sometime we don’t. So when you feel your iman is low turn to Allah SWT and ask for His help. Don’t leave salaah; it’s the foundation and it helps to strengthen our relationship with Allah SWT. The emptiness that we feel can only be filled with the love of Allah SWT. When we try to fill that emptiness with something else that can be a love for a person, wealth etc. then it will cause great pain in the end. When we love something more than Allah SWT then it will cause greatest pain. So strive to get closer to Allah SWT. “Truly in the heart there is a void that can not be removed except with the company of Allah. And in it there is a sadness that can not be removed except with the happiness of knowing Allah and being true to Him. And in it there is an emptiness that can not be filled except with love for Him and by turning to Him and always remembering Him. And if a person were given all of the world and what is in it…